Iro-irona

Ramen (拉麺;ラーメン) adalah masakan mie kuah Jepang yang berasal dari cina. Orang Jepang juga menyebut ramen sebagai chuka soba (中華そば soba dari Cina) atau shina soba (支那そば) karena soba atau o-soba dalam bahasa Jepang sering juga berarti mie.




Pada zaman dulu pembuatan mie di Cina menggunakan air asin dari danau Kan di pedalaman Mongolia yang mengandung garam mineral alami. Di Jepang, bahan kimia tambahan untuk membuat mi sampai sekarang ini masih disebut kansui (鹹水, secara harafiah: air dari Danau Kan). Seusai Perang Dunia II, bahan kimia tambahan untuk mi yang berbahaya untuk kesehatan banyak beredar di pasaran, tapi sekarang bahan kimia tambahan sudah diatur dalam standar JAS. Bahan kimia tambahan untuk mi juga mempunyai bau tidak enak yang sering tidak disukai orang, sehingga di Jepang juga dibuat mi yang menggunakan telur sebagai pengganti bahan kimia.


Di atas ramen umumnya ditambahkan penyedap berupa beraneka ragam lauk seperti: chasiu, menma, telur rebus, sayuran hijau (seperti bayam), irisan daun bawang, nori, atau narutomakisebagai hiasan. Telur rebus untuk ramen biasanya berwarna coklat karena direbus di dalam kuah bekas rebusan chasiu. Sayuran sekaligus penyedap yang paling umum untuk ramen adalah irisan daun bawang. Sebelum ditambahkan ke dalam ramen, sebagian penjual ramen lebih dulu menggoreng irisan daun bawang di dalam minyak goreng.




Menurut catatan sejarah Tokugawa Mitsukuni (Mito Komon) sering disebut sebagai orang Jepang yang pertama kali makan ramen. Masakan mi kuah ala Cina pertama kali dihidangkan untuk Tokugawa Mitsukuni. Pembuatnya adalah seorang ilmuwan Konghucu dalam pengasingan dari Dinasti Ming yang diundang untuk datang ke Domain Mito.


Ramen diperkirakan mulai dinikmati rakyat banyak pada zaman dahulu. Pada waktu itu, ramen sudah masuk ke dalam menu berbagau rumah makan di kawasan permukiman keturunan Tionghoa di Kobe dan Yokohama. Setelah itu, pada zaman Taisho, penjual mi di Hokkaido sudah menjual ramen seperti ramen yang dikenal orang sekarang ini.


Di Jepang, mi kuah umumnya terdiri dari dua aliran:

  • Mi kuah dalam menu rumah makan yang dikelola imigran dari Cina, misalnya mi kuah dengan tauge, mi kuah tanpa lauk (tanmen), mi pangsit kuah, atau mi ala Kanton. Ramen dengan rasamiso atau rasa shio juga dicantumkan dalam menu.
  • Mi kuah oleh pedagang kaki lima di waktu malam yang kemudian membuka rumah makan ramen. Pedagang kaki lima yang berkeliling menjajakan ramen dengan gerobak dorong sudah ada di Jepang sejak zaman Edo. Penjual ramen berkeliling memakai gerobak sambil meniup terompet charamela. Lagu yang dibunyikan adalah nada "sol la si - sol la - sol la si la sol la -". Oleh karena itu, penjual ramen keliling dalam bahasa Jepang sering disebut charamela. Pedagang keliling zaman sekarang sudah menggunakan pemutar rekaman sebagai pengganti charamela. Selain itu, pedagang ramen sering menggunakan mobil dan membawa kursi untuk berdagang di tempat ramai.



Setiap daerah atau kota di Jepang biasanya memiliki masakan ramen khas yang dipakai sebagai daya tarik pariwisata. Tradisi ramen lokal berasal dari usaha membangkitkan perekonomian daerah pada tahun 1980-an. Salah satu di antaranya dengan mempromosikan keunikan ramen khas masing-masing daerah di Jepang. Promosi juga dilakukan lewat artikel di berbagai majalah. Salah satu promosi yang dianggap paling berhasil adalah promosi sapporo ramen. Wisatawan dalam negeri beramai-ramai mengunjungi Hokkaido untuk makan sapporo ramen. Keunikan ramen khas daerah memiliki nilai komersial yang tinggi. Di Jepang terdapat banyak sekali buku-buku laris mengenai ramen. Biro perjalanan juga menawarkan paket wisata untuk berkeliling menikmati



Aturan Menyantap Sushi

Seperti kebanyakan hal dalam kehidupan Jepang, terdapat aturan-aturan yang tepat dan formalitas yang harus dituruti saat kita menyantap sushi sebagai hidangan nasional mereka. Persiapan, penyajian dan cara mengonsumsinya terikat oleh beberapa aturan yang cukup mengejutkan. Berikut ini adalah beberapa etiket sushi yang paling penting.


1. Wasabi
Dicampur atau tidak dicampur? Teknik yang benar adalah dengan menempatkan sejumlah kecil wasabi pada setiap potongan sushi dengan sumpit Anda sebelum mulai menyantapnya. Akhir-akhir ini menjadi hal yang sangat umum bagi orang-orang di luar Jepang untuk mencampur wasabi mereka dalam soy sauce (kecap asin) sebagai saus untuk sushi. Meskipun tidak secara teknis benar, hal itu dapat diterima.

2. Mencelup
Bagaimana cara yang benar untuk mencelupkan sushi ke kecap? Bagian beras sushi tidak boleh menyentuh kecap karena telah dibumbui dan akan cenderung berantakan dengan mudah dalam saus. Hanya ikan, seafood atau bagian lain dari sushi yang diperbolehkan menyentuh saus.

3. Berapa kali gigitan?
Sushi diciptakan untuk dimakan dalam satu gigitan. Merupakan hal yang tidak sopan untuk menggigit sushi dalam dua gigitan atau lebih. Jika potongan sushi yang disajikan terlalu besar, mintalah pada koki untuk memotongnya menjadi dua. Mereka tidak akan tersinggung dan dengan senang hati akan membantu kita.
4. Jari atau Sumpit?
Sushi pada awalnya dimakan hanya dengan tangan. Akhir-akhir ini kebanyakan orang menyantap sushi menggunakan sumpit. Bagaimana kita bisa tahu mana yang harus digunakan? Jika Anda mengunjungi sebuah restoran di mana Anda diberi sebuah handuk tangan untuk menyeka jari-jari Anda, berarti restoran itu menyarankan Anda menyantap sushi menggunakan tangan Anda.

5. Mulai dari mana?
Percaya atau tidak, ada urutan yang benar untuk menyantap sushi. Mulailah pertama dengan sushi ikan yang dibumbui tipis dan secara bertahap dilanjutkan ke rasa yang lebih kuat atau ikan yang lebih berlemak seperti tuna atau belut, dan menyelesaikan proses menyantap sushi ini dengan sushi telur manis.

6. Mengapa ada Jahe?
Jahe berwarna merah muda yang disediakan itu dimaksudkan untuk dimakan di antara suapan sushi yang kita makan, berguna untuk menetralkan kembali rasa, menyegarkan kembali selera kita supaya kita siap untuk rasa berikutnya dan juga untuk membantu pencernaan.

7. Ada 3 Aturan Kunci
Jangan pernah lupakan 3 aturan kunci ini : jangan tusuk sumpit anda di nasi dalam sushi, jangan memotong sushi menjadi dua menggunakan sumpit Anda dan jangan mencampur wasabi dalam saus Anda.



 

Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.